INDO-KUPON Penipuan atau Bukan?
![]() |
| Hati-hati dengan indo-kupon.com |
INDO-KUPON Penipuan atau Bukan? - Hati-hati dengan free choice voucer belanja indokupon yang dikirim lewat iklan popup yang biasanya muncul ketika anda asyik berselancar di internet. Bukan tidak mungkin pada saat anda sedang membaca artikel ini, popup dari indokupon akan menghampiri anda kembali. Terutama di HP Android pada aplikasi browser anda karena saya berkali-kali mengalaminya.
Saya mengalami kejadian ini pada pagi hari kira-kira jam 3-5, lagi asyik-asyiknya browsing ternyata ada undian kalau saya mendapat voucer belanja senilai lima juta rupiah dari internet, terus ada pilian lain terutama HP dan Laptop. Tentu saya sangat tertarik jadi saya mengisi pendaftarannya. Saya tergoda dengan navigasi pendaftarannya karena seperti asli.
Setelah saya lihat rupanya itu adalah sebuah popup dari “indo-kupon.com” yang muncul saat browsing ke situs blog. Siapapun yang kebetulan mengklik link tersebut, maka yang bersangkutan mendapatkan ucapan “Menangkan Kupon Belanja Sebesar 5,000,000,-“ atau bisa juga "Anda berkesempatan memilih hadiah" terus ada lagi bentuknya Spin "Spin Hadiah" jadi, ingat kalau linknya itu “indo-kupon.com” yang mana halaman ini juga meminta kita memasukan alamat email dan nomor handphone dan data-data lengkap anda seperti alamat lengkap rumah, nomor kartu kredit dll.
Apakah anda akan mendapatkan lima juta rupiah segera? Atau HP terbaru dan Laptop dengan harga cukup mahal dengan cuma-cuma alias gratis?
Tentu saja tidak, mungkin kalau permasalahan seperti ini harus melalui pengundian dulu, itu juga kalau sedang promo.
Dari step-step diatas, tentu saja mereka banyak mendapatkan keuntungan, seperti program penawaran, survey, klik iklan, dll yang lumayan banyak pada saat kita melakukan beberapa langkah proses registrasi pada halaman indokupon tersebut.
Sekarang pertanyaanya adalah, apakah indokupon benar-benar akan memberikan hadiah?
Mari kita gunakan logika.
1) Sepengetahuan saya, ada beberapa jenis hadiah yang sungguhan diberikan atau masuk akal, yang pertama contohnya :
* Hadiah sebagai penghargaan atau tanda terima kasih atas jasa atau prestasi seseorang yang diberikan, termasuk hadiah dari lembaga keuangan kepada nasabahnya.
* Hadiah untuk maksud promosi atau menarik simpati yang biasa diberikan oleh pemilik merek dagang, yang diserah terimakan secara terbuka atau disiarkan kepada publik.
* Hadiah langsung yang nilainya kecil atau sekedar menghibur, dalam kemasan produk atau kiriman pulsa yang tentu saja sungguhan karena hadiah sudah di tangan anda.
2) Yang kedua adalah hadiah yang diragukan dan ada juga yang diharamkan walaupun masih masuk akal, contohnya :
* Hadiah sebagai jalan usaha seseorang dalam mencari keuntungan seperti, program acara di televisi yang menjanjikan anda hadiah apabila mengirimkan SMS sebanyak-banyaknya dengan tarif sms yang tidak biasa.
* Hadiah dari strategi pemasaran dengan cara mengirimkan sebanyak-banyaknya, bungkus atau kupon dalam kemasan produk yang selanjutnya akan diundi.
* Hadiah dari membeli kupon undian seperti togel dan sejenisnya.
3) Dan yang ketiga hadiah yang bermaksud menipu atau membodoh-bodohi, contohnya :
* Pengumuman pemenang yang dikirimkan melalui sms, email atau internet. Bahkan sekarang, si penipu sudah berani menelpon calon korbanya untuk melancarkan aksinya.
* Hadiah yang jumlahnya besar lewat secarik kertas yang dimasukan secara rapi oleh si penipu dalam kemasan sebuah produk, dan banyak lagi modus-modus baru lainya.
* Pengumuman pemenang apalagi hadiah langsung yang nilainya lumayan besar, haruslah menggunakan media publik seperti televisi, radio, koran, majalah atau halaman resmi website bukan melalui sms atau pesan di internet, karena hadiah tersebut menyangkut promosi yang sangat perlu diketahui publik.
Jadi, menurut saya mereka termasuk kategori yang ke 2, yang mana indokupon bukanlah dermawan yang sedang membagi-bagikan uang, mereka dalam hal ini adalah dalam rangka memanfaatkan kita untuk mencari uang atau keuntungan seperti yang saya jelaskan diatas.
Pesan utama saya dalam posting ini, Jangan terlalu serius untuk memberikan data-data penting, seperti misalnya nomor kartu kredit dan alamat email penting. Kalau masih penasaran, buatlah alamat email cadangan dan tidak perlu memberikan nomor kartu kredit apalagi beserta passwordnya, untuk menghindari pemanfaatan dan penyalahgunaan data-data penting milik anda tersebut.
Semoga pengalaman dan tulisan saya bermanfaat untuk sobat pembaca.
Sekian - Artikel " INDO-KUPON Penipuan atau Bukan? "

Belum ada tanggapan untuk "INDO-KUPON Penipuan atau Bukan?"
Posting Komentar